HAKIKAT SHALAT KHUYUK.
Shalat khusyuk adalah Shalat yang Wushul / Sampai kepada ALLAH SWT dan hanya dengan mendirikan serta dengan mengerjakan Shalat yang khusyuklah yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Jalan yang Sampai kepada ALLAH didalam Shalat itu adalah :
* Syari'at = berlaku pada jasad/tubuh.
* Tarikat = berlaku pada hati/qalbu.
* Hakikat = berlaku pada jiwa/nyawa.
* Makrifah = berlaku pada Ruh/Zat.
Keempat ini wajib esa didalam Shalat, bila bercerai salah satu dari ke-esaan ini didalam Shalat maka belumlah dapat dikatakan Shalat itu sudah khusyuk walau banyak yang mengatakannya sudah khusyuk.
Praktiknya dengan mengaktifkan secara benar rukun Qalbi, Qauli dan rukun Fi'linya didalam Shalat itu, rasakan saja Siapa yang sebenarnya yang ber-Niat, yang ber-Kata2 serta Siapa pula yang sebenarnya yang ber-Buat itu dengan mendiamkan pikiran dan perasaanmu didalam Shalat, bukan dengan mengartikan bacaan2 Shalat didalam Shalat, jika mengartikan bacaan2 Shalat didalam Shalat, itu namanya menyembah makna, bukan menyembah ALLAH.
* Man 'Abdal Asma Faqad Kafara = Siapa yang menyembah Nama maka ia kafir.
* Waman 'Abdal Ma'na Fahuwa Munafiqun = Siapa yang menyembah Ma'na maka dia munafiq. (Hadits Qudsi).
Dan lagi Hadits Qudsi :
* Jangan kau sembah Zat-Ku,
* Jangan kau sembah Sifat-Ku,
* Jangan kau sembah Asma-Ku,
* Dan jangan pula kau sembah Af'al-Ku, Tapi sembahlah AKU.
Bukankah ketika Takbiratul Ihram diharamkan memikir2kan, merasa2kan atau memasuk2kan sesuatu ini itu kedalam Shalat selain daripada hanya ALLAH saja yang ADA? jangankan memikir2kan, merasa2kan atau memasuk2kan yang haram, yang halal2 saja haram dipikir2, dirasa2 atau dimasuk2kan kedalam Shalat.
Kenapa? karena ALLAH itu Laysa Kamits Lihi Syai un = Tidak ada umpama dengan segala sesuatu apapun, kalau sudah yakin ALLAH itu Laysa Kamits Lihi Syai un, maka untuk apa lagi kamu memikir2, merasa2 ini itu lagi didalam Shalat? Sadari saja sesadar2nya serta yakini saja seyakin2nya bahwa hanya ALLAH saja yang ADA, selain daripada ALLAH semuanya fana, dengan demikian INSYA ALLAH Shalatmu itu Khusyuk dan hanya Shalat yang Khusyuklah yang se-Nikmat2-Nya Shalat.
" Lam Yadzuq Lam Ya'rif".
* Shalat yang bagaimanakah yang dituntut dan yang diterima oleh ALLAH di akhirat kelak? Shalat yang Lalaikah atau Shalat yang Khusyuk? tentu Shalat yang Khusyuk.
* Ada tidakkah pada setiap kita ini memiliki tubuh, hati, nyawa dan Ruh? tentu saja pasti ada, Sucikanlah semua itu dalam mujahadatunnafsimu dengan bimbingan Guru yang Waliyyammursyida karena Tuhan hanya akan menerima Titipan-Nya kembali dalam keadaan Semula Suci yang tidak dikotori oleh dosa dan kesyirikan.
Wallahu'alam bishawab.
Shalat khusyuk adalah Shalat yang Wushul / Sampai kepada ALLAH SWT dan hanya dengan mendirikan serta dengan mengerjakan Shalat yang khusyuklah yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Jalan yang Sampai kepada ALLAH didalam Shalat itu adalah :
* Syari'at = berlaku pada jasad/tubuh.
* Tarikat = berlaku pada hati/qalbu.
* Hakikat = berlaku pada jiwa/nyawa.
* Makrifah = berlaku pada Ruh/Zat.
Keempat ini wajib esa didalam Shalat, bila bercerai salah satu dari ke-esaan ini didalam Shalat maka belumlah dapat dikatakan Shalat itu sudah khusyuk walau banyak yang mengatakannya sudah khusyuk.
Praktiknya dengan mengaktifkan secara benar rukun Qalbi, Qauli dan rukun Fi'linya didalam Shalat itu, rasakan saja Siapa yang sebenarnya yang ber-Niat, yang ber-Kata2 serta Siapa pula yang sebenarnya yang ber-Buat itu dengan mendiamkan pikiran dan perasaanmu didalam Shalat, bukan dengan mengartikan bacaan2 Shalat didalam Shalat, jika mengartikan bacaan2 Shalat didalam Shalat, itu namanya menyembah makna, bukan menyembah ALLAH.
* Man 'Abdal Asma Faqad Kafara = Siapa yang menyembah Nama maka ia kafir.
* Waman 'Abdal Ma'na Fahuwa Munafiqun = Siapa yang menyembah Ma'na maka dia munafiq. (Hadits Qudsi).
Dan lagi Hadits Qudsi :
* Jangan kau sembah Zat-Ku,
* Jangan kau sembah Sifat-Ku,
* Jangan kau sembah Asma-Ku,
* Dan jangan pula kau sembah Af'al-Ku, Tapi sembahlah AKU.
Bukankah ketika Takbiratul Ihram diharamkan memikir2kan, merasa2kan atau memasuk2kan sesuatu ini itu kedalam Shalat selain daripada hanya ALLAH saja yang ADA? jangankan memikir2kan, merasa2kan atau memasuk2kan yang haram, yang halal2 saja haram dipikir2, dirasa2 atau dimasuk2kan kedalam Shalat.
Kenapa? karena ALLAH itu Laysa Kamits Lihi Syai un = Tidak ada umpama dengan segala sesuatu apapun, kalau sudah yakin ALLAH itu Laysa Kamits Lihi Syai un, maka untuk apa lagi kamu memikir2, merasa2 ini itu lagi didalam Shalat? Sadari saja sesadar2nya serta yakini saja seyakin2nya bahwa hanya ALLAH saja yang ADA, selain daripada ALLAH semuanya fana, dengan demikian INSYA ALLAH Shalatmu itu Khusyuk dan hanya Shalat yang Khusyuklah yang se-Nikmat2-Nya Shalat.
" Lam Yadzuq Lam Ya'rif".
* Shalat yang bagaimanakah yang dituntut dan yang diterima oleh ALLAH di akhirat kelak? Shalat yang Lalaikah atau Shalat yang Khusyuk? tentu Shalat yang Khusyuk.
* Ada tidakkah pada setiap kita ini memiliki tubuh, hati, nyawa dan Ruh? tentu saja pasti ada, Sucikanlah semua itu dalam mujahadatunnafsimu dengan bimbingan Guru yang Waliyyammursyida karena Tuhan hanya akan menerima Titipan-Nya kembali dalam keadaan Semula Suci yang tidak dikotori oleh dosa dan kesyirikan.
Wallahu'alam bishawab.
0 komentar:
Posting Komentar