Dengan Bercermin kedalam Hati Maka Akan Melihat Hakekat Diri
Ketika kita bercermin maka akan melihat hakekat diri maka Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Apabila ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya ( alaa wahiyal qolbu ) ia adalah hati”.
Dengan bercermin kedalam hati maka kita akan terus mengkaji diri memperbaiki diri memperbaiki hakekat diri sampai perbuatan kita bagus lahir dan batin dan akan terus menjaganya karena kita selalu bercermin ke dalam hati
Maknanya agar kita selalu mengkaji diri sendiri agar tahu hakekat diri kita yang sebenarnya bukanlah jasad, fisik dan jenis rupa kita. Melainkan hakekat kita adalah Ruh yang berasal dari " dari Allah Swt.
Q s Shad ayat 71 dan 72
38:71: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.
38:72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.
Ruh manusia berasal dari Allah, atau pancaran dan tajalli dari Allah. Oleh karena itu manusia diberi gelar Ahsani Taqwim yang artinya sebaik- baiknya bentuk ciptaan.
Oleh karena itu Nabi Saw. mengajarkan doa bercermin, agar kita ingat kembali siapakah hakekat kita. Dengan begitu ketika kita bercermin agar kita mengkaji hakekat diri kita
Dan menjaga agar hati kita tetap bersih dari penyakit penyakit hati.
Ketika kita sudah ingat kembali hakekat diri kita, maka berikutnya harus membersihkan jiwa jiwa kita dari kotoran debu rohani dari sifat sifat tercela sehingga akhlak kita menjadi mulia.
Jika cermin hati kita kotor banyak debunya, maka wujud bentukmu tidak kelihatan. Jika cerminmu bersih maka bisa memantulkan bentuk wujudmu.
Begitu juga jika jiwa kita sudah bening, maka kita akan bisa melihat hakekat jiwa kita sendiri, yang wujudnya sama dengan diri kita, bahkan lebih bagus dan bercahaya (kaji 24 an nur :35)
Itulah Sejati diri kita, hakekat diri dalam setiap manusia yang selama ini terbungkus oleh jasad dan hawa nafsu yang selalu menutupi sehingga sulitnya kita untuk bercermin dalam diri
Ketika kita bisa bercermin dalam diri maka akan berlaku hadist nabi
" Man 'Arofa Nafsahu faqod 'Arofa Rabbahu (Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya)"
Semoga kita selalu menjaga cermin hati kita agar tetap bersih dan bercahaya
Salam santun sahabat sahabatku saudara2ku dan semuanya bukan untuk menggurui tapi untuk selalu mengingatkan dalam hal kebaikan.Amin
Ketika kita bercermin maka akan melihat hakekat diri maka Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Apabila ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya ( alaa wahiyal qolbu ) ia adalah hati”.
Dengan bercermin kedalam hati maka kita akan terus mengkaji diri memperbaiki diri memperbaiki hakekat diri sampai perbuatan kita bagus lahir dan batin dan akan terus menjaganya karena kita selalu bercermin ke dalam hati
Maknanya agar kita selalu mengkaji diri sendiri agar tahu hakekat diri kita yang sebenarnya bukanlah jasad, fisik dan jenis rupa kita. Melainkan hakekat kita adalah Ruh yang berasal dari " dari Allah Swt.
Q s Shad ayat 71 dan 72
38:71: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.
38:72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.
Ruh manusia berasal dari Allah, atau pancaran dan tajalli dari Allah. Oleh karena itu manusia diberi gelar Ahsani Taqwim yang artinya sebaik- baiknya bentuk ciptaan.
Oleh karena itu Nabi Saw. mengajarkan doa bercermin, agar kita ingat kembali siapakah hakekat kita. Dengan begitu ketika kita bercermin agar kita mengkaji hakekat diri kita
Dan menjaga agar hati kita tetap bersih dari penyakit penyakit hati.
Ketika kita sudah ingat kembali hakekat diri kita, maka berikutnya harus membersihkan jiwa jiwa kita dari kotoran debu rohani dari sifat sifat tercela sehingga akhlak kita menjadi mulia.
Jika cermin hati kita kotor banyak debunya, maka wujud bentukmu tidak kelihatan. Jika cerminmu bersih maka bisa memantulkan bentuk wujudmu.
Begitu juga jika jiwa kita sudah bening, maka kita akan bisa melihat hakekat jiwa kita sendiri, yang wujudnya sama dengan diri kita, bahkan lebih bagus dan bercahaya (kaji 24 an nur :35)
Itulah Sejati diri kita, hakekat diri dalam setiap manusia yang selama ini terbungkus oleh jasad dan hawa nafsu yang selalu menutupi sehingga sulitnya kita untuk bercermin dalam diri
Ketika kita bisa bercermin dalam diri maka akan berlaku hadist nabi
" Man 'Arofa Nafsahu faqod 'Arofa Rabbahu (Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya)"
Semoga kita selalu menjaga cermin hati kita agar tetap bersih dan bercahaya
Salam santun sahabat sahabatku saudara2ku dan semuanya bukan untuk menggurui tapi untuk selalu mengingatkan dalam hal kebaikan.Amin

0 komentar:
Posting Komentar