Minggu, 27 Januari 2019

Filosofi Gamelan Jawa Ning Nang Ning nung Gong

Wahai saudaraku. Kadang kala Tuhan Sang Maha Pemurah mau menganugerahkan seseorang untuk mendapatkan secuil ilmu-Nya melalui pintu hati (qalb) yang disinari oleh cahyo sejati (nurullah) – yang biasanya lazim disebut dengan ungkapan dari hati nurani. Petunjuk dari Tuhan ini lalu diartikan pula sebagai wahyu, risalah, ilham, wirayat, sasmita gaib, wisik dan sebagainya. Karena itu, tiada pilihan lain bagi kita kecuali mau mengasah kemampuan hati terdalam dengan mengasah diri agar mengenali diri sendiri.

FILOSOFI GAMELAN NANG NING NUNG GONG

laku prihatin melalui lima tahapan yang harus dilaksanakan secara tuntas. Lima tahapan tersebut bertujuan untuk bisa meraih kemenangan sejati. Caranya lalu dikiaskan ke dalam nada suara instrumen Gamelan Jawa yang dinamakan Kempul atau Kenong, Bonang dan Gong yang menimbulkan bunyi; nang ning nung neng gung. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah uraian berikut ini:
1. Nang artinya wenang atau tenang. Disini seseorang berusaha untuk sadar diri dengan rutin melakukan tirakat, semedhi, maladi hening, atau mesu raga, jiwa dan akal budi. Dalam tahapan ini, ia berkonsentrasi untuk membangkitkan kesadaran batin dan mematikan kesadaran jasadnya sebagai upaya dalam menangkap dan menyelaraskan diri dengan frekuensi “gelombang” Tuhan.
2. Ning artinya wening atau hening. Disini seseorang berusaha mengheningkan (meniadakan) daya cipta (akal budi) agar menyambung dengan daya rahsa sejati (suksma sejati, jiwa) yang menjadi sumber cahaya yang suci. Tersambungnya antara ciptadengan rahsa akan membangun keadaan yang wening. Artinya, dalam keadaan “mati raga” seseorang sedang menciptakan keadaan batin (hawa/jiwa/nafs) yang hening dan khusyuk, bagaikan di alam Sonya Ruriatau Awang-uwung namun jiwa tetap terjaga dalam kesadaran batiniah. Dampaknya ia pun dapat menangkap sinyal gaib dari Sang Suksma Sejati(Tuhan) sebagai bekal jalan hidupnya.
3. Nung artinya kesinungan. Disini bagi siapapun yang sudah melakukan Nang lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan pinilih) untuk mendapatkan anugerah agung dari Tuhan Yang Maha Suci. Dalam Nung yang sejati, akan datang cahaya Yang Maha Suci melalui rahsa yang ditangkap oleh roh atau suksma sejatiseseorang lalu diteruskan kepada jiwa untuk diolah oleh jasad menjadi manifestasi perilaku utama (laku utomo). Dampaknya seseorang akan berperilaku konstruktif (rapi, bersih, santun, cerdas, dll) dan hidupnya selalu bermanfaat untuk orang banyak.
4. Neng artinya heneng. Secara bahasa heneng itu berarti ketenangan, tapi disini tidak sama dengan maksud dari nang atau wenang atau tenang pada point pertama. Heneng disini juga berarti puncak dari tawakkal (berserah diri), kemerdekaan dan kebebasan diri seseorang. Jika wenang atau tenang itu berarti awal mula dan prosesnya, maka heneng disini adalah tujuan dan hasilnya. Karena itulah ia pun berada pada tahapan setelah nang, ning dan nung bisa dilalui oleh seseorang.  Dan bisa dikatakan pula bahwa orang yang sudah sampai di titik ini adalah mereka yang disebutkan di dalam Al-Qur`an surat Al-Fajr [89] ayat 27 dengan sebutan nafsul muthmainnah (jiwa yang tenang).
Untuk itulah, bagi orang yang terpilih dan pinilih (kesinungan) – sudah melalui tahapan Nung – akan selalu terjaga amal perbuatannya. Sehingga amal perbuatan baiknya pun tak terhitung dan akan menjadi benteng bagi dirinya sendiri bahkan orang lain. Ini merupakan buah kemenangan dalam laku prihatin. Satu kemenangan besar yang berupa karunia dan kenikmatan dalam segala bentuknya serta punya harapan untuk bisa meraih kehidupan yang sejati, di dunia dan akherat nanti.
5. Gung artinya agung atau keagungan atau kemuliaan. Ini adalah puncak dari perjalanan, karena pribadi yang telah meng-heneng-kan dirinya adalah sosok pemenang yang agung. Itu terjadi setelah ia bisa melepaskan segala ego dan ikatan materi duniawi melalui empat tahapan sebelumnya (nang, ning, nung, neng). Karena itulah ia bisa hidup mulia dengan memberikan manfaat untuk seluruh makhluk dan alam semesta (rahmatan lil `alamiin). Dengan begitu ia juga bisa meraih kehidupan yang sejati, selalu kecukupan, tenteram lahir batin, dan tetap menemukan keberuntungan dalam hidupnya (meraih ngelmu bejo). Dan pada tahapan inilah seseorang baru akan menemukan jawaban yang benar tentang siapakah dirinya dan siapa pula Tuhannya yang sejati.
Wahai saudaraku. Demikianlah lima tahapan yang harus ditempuh oleh seseorang agar mengetahui siapakah dirinya sendiri. Dan bila maknanya dipahami secara lebih luas, maka kelima tahapan di atas adalah sesuatu yang lebih berharga dari pada dunia dan segala isinya. Seseorang akan menemukan defenisinya sendiri tentang siapakah dirinya dan siapakah pula Tuhannya? Ia pun akan hidup mandiri dan tidak hanya sekedar ikut-ikutan orang lain, karena ia telah mendapatkan pencerahan sesuai dengan haknya. Sehingga ini akan menyelamatkan seseorang dari azab dan bencana. Sebab, hakekat dari bunyi “Nang” itu baginya adalah syariat, “Ning” merupakan tarekat, “Nung” ialah hakekat, dan “Neng” adalah makrifat. Sedangkan Gung adalah ujung dari ke empat tahapan tersebut, yaitu anugerah Tuhan yang berupa puncak dari ilmu untuk makhluk, yang disebut dengan ngelmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Dengan ilmu tersebut ia akan selamat dan menyelamatkan, di dunia dan akherat 


Sabtu, 26 Januari 2019

SERAT ASMARALAYA

SERAT ASMARALAYA

Serat asmaralaya adalah salah satu serat Jawa yang berbentuk suluk atau piwulang, berisikan ajaran suci berdasarkan ajaran Islam yang dipadukan dengan ajaran kejawen. Lebih dari itu, serat ini adalah hasil pemikiran dan perenungan nenek moyang kita. Serat ini penuh dengan pesan moral yang bernafaskan Islam. Ajaran yang terkandung dalam serat ini erat kaitannya dengan pengalaman spiritual seorang Salik yang bertemu dengan Tuhannya.


1. Ana wiku medhar ananing hyang agung
kang nglimputi dhiri
wayangan nya dumumung neng netranira
bunder nguwung lir sunaring surya nrawung
aran nur muhammad
weneh muwus jatining kang murbeng idhup
yaiku pramana
kang misesa ing sakalir
dumuning neng utyaka guruloka
iya iku tembung arab baitul makmur

Artinya :

Ada Orang Bijak menjelaskan adanya Hyang Agung
Yang menyelimuti diri
Gambarannya ada pada Matamu sendiri
Bentuknya bundar memancarkan sinar surya yang menerawang
Yang dijuluki Nur Muhammad
Memberikan kesejatian dalam hidup
Yaitu pramana
Yang menguasai segalanya
Letaknya ada di guruloka
Yaitu bahasa Arabnya baitul makmur


2. Tandane kang nyata
aneng gebyaring pangeksi
lwih waspada wruh gumlaring alam donya
mung pramana kang bisa nuntun marang swarga
ana rupa kadya rupanta priyangga
kang akonus saking kamungsangta wus
saplak nora siwah
amung mawa caya putih
yaiku aran mayangga seta

Artinya :

Tandanya yang nyata
Ada dalam gebyar angan-angan
Lebih waspada tahu gumelarnya alam dunia
Hanya pramana yang bisa menuntun ke Surga
Ada bentuk rupa seperti rupa orang
Yang mengaku dari prasangka
Yang tidak berbeda satu dengan lainnya
Hanya lewat cahaya putih
Yang disebut Mayangga Seta


3. ana cahya seta prapta geng sabda
iya iku nur muhammad kang satuhu
cahya maya maya
jumeneng munggwing unggyaning
tuntung driya anartani triloka
baitul makmur baitul mukharam tetelu
ing baitul muqadas

Artinya :

Ada cahaya putih seperti SabdaNya
Iya itu Nur Muhammad yang sejati
Cahaya maya-maya (samar-samar)
Terletak umpama tingkatan
Dalam indera yang disebut triloka (tiga tempat)
Baitul makmur baitul mukharam ketiga
Di baitul muqadas


4. sumanar prapteng pangeksi
liyepena katon ponang cahya maya
anarawung warna warna wor dumunung
nuksmeng cahya kang sajati
ingkang padhang gumilang tanpa wayangan
langgeng nguwung angebeki buwana gung
mulih purwanira

Artinya :

Bersinar tanpa henti
Gambarannya tampak mirip cahaya maya
Berbaur warna-warna yang ada
Dengan cahaya yang sejati
Yang terang benderang tanpa halangan
Langgeng memenuhi buwana yang agung
Terhadap dirimu


5. duk durung tumurun maring
ngarcapada awarna warana raga
cahyanipun gumilang gilang nelawung
tanpa wewayangan
nelahi sesining bumi
gya tumurun dadya manungsa

Artinya :

Ketika belum turun
Ke alam dunia berbentuk raga
Cahayanya penuh gebyar
Tanpa halangan
Memenuhi seisi bumi
Akhirnya segera turun menjadi manusia


6. marma temtu yen prapta antareng layu
ana cahya prapta
gumilang pindhah angganing
tirta munggwing ron lumbu amaya maya
dyan puniku ciptanen dadya sawujud
lawan sabdanira
kang sinedyan samadyaning
ngen ngenta yekti waluya sampurna
mulya wangsul mring salira numuhun

Artinya :

Tentu saja ketika sudah waktunya
Ada cahaya
Bersinar berpindah warna
Air seperti berbentuk samar-samar
Yaitu cipta yang menjadi satu wujud
Dengan sabda mu sendiri
Yang langsung terjadi
Yang diangan-angankan pasti terjadi sempurna
Mulia kembali pada dirimu sendiri


7. sabda gaib babar
bali angebaki bumi
tribuwana kebak bangkit megat nyawa

Artinya :

Sabda gaib kembali digelar
Kembali memenuhi bumi
Tribuwana penuh bangkit memisahkan nyawa 

Sabtu, 19 Januari 2019

Lirik lagu mestica destinasi cinta

Lirik lagu mestica Destinasi cinta


menyingkap tirai hati
mengintai keampunan
di halaman subur rahmat-mu tuhan
tiap jejak nan bertapak
debu kejahilan
akan ku jirus dengan madu keimanan
tak ternilai airmata dengan permata
yang bisa memadamkan api neraka
andai benar mengalir dari nasuha nurani
tak kan berpaling pada palsu duniawi
destinasi cinta yang ku cari
sebenarnya terlalu hampir
hanya kabur kerana dosa di dalam hati
telah ku redah daerah cinta
yang lahir dari wadah yang alpa
tiada tenang ku temui
hanya kecewa menyelubungi
ku gelintar segenap maya
dambakan sebutir hakikat
untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
moga dapat ku berteduh di rendang kasih-mu
yaaa ilahi rabbi
destinasi cinta yang ku cari
sebenarnya terlalu hampir
hanya kabur kerana dosa di dalam hati
ku gelintar segenap maya
dambakan sebutir hakikat
untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
moga dapat ku berteduh di rendang kasih-mu
namun ranjaunya tidak akan sunyi
selagi denyut nadi belum berhenti
durjana syaitan kan cuba menodai
segumpal darah bernama hati
lestarikan wadi kalbuku, oh tuhanku
leraikan aku dari pautan nafsu
biarpun sukar bagiku melamar redha-mu
namun masihku mengharap ampunan-mu
wahai tuhanku ya allah

Dunia adalah penjara bagi ruh

VIDEO

Manusia tercipta dari 2 unsur yaitu unsur jasad dan unsur roh di ibaratkan roh adalah burung dan jasad adalah sangkarnya atau penjaranya


Dunia adalah penjara  bagi orang beriman. Apa maksudnya?

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no 2392).

Buat para pejalan ruhani jika sangkar atau penjara itu lebih kuat maka burung terpaksa terkurung di dalam sangkar tidak bisa ke mana mana sempit dan menyiksa.

Sebaliknya jika ruh atau burung lebih kuat maka akan bebas dari sangkar yg mengurungnya


Jasad di ibaratkan sangkar burung sebagai penjaranya ruh. jasad adalah udara api air tanah. Atau di sebut juga sumber hawa nafsu yaitu jasad kita

Dan burung ibarat ruhnya

Jika hawa nafsu kita lebih besar maka ruh akan di kurung terus tidak bisa kemana mana di dalam sangkar yg sempit

Tapi jika ruh atau burungnya lebih kuat maka akan bisa menundukan hawa nafsunya

Bukan lagi jasad menguasai ruh akan tetapi ruh menguasai jasad

Ruh akan bebas dari belenggu hawa nafsu dunia atau jasad.ruh akan bebas terbang ke alam cahaya merasakan pencerahan ruhani dari sang maha cahaya (nurin ala nurin )

Nama nama Wali Songo

Nama-Nama Wali Songo
  • Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
  • Sunan Ampel (Raden Rahmat)
  • Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim)
  • Sunan Drajat (Raden Qasim)
  • Sunan Kudus (Ja'far Shadiq)
  • Sunan Giri (Raden Paku/Ainul Yaqin)
  • Sunan Kalijaga (Raden Said)
  • Sunan Muria (Raden Umar Said)

Sunan Gresik: Maulana Malik Ibrahim


maulana malik ibrahim
www.inigresik.com

Maulana Malik Ibrahim  atau Sunan Gresik merupakan seorang  wali yang hidup masa kejayaan kerajaan Majapahit. Beliau sampai di gresik pada tahun 1404 M. Kala itu sudah di jumpai sekelompok kecil umat Islam di pesisir pantai Pulau Jawa.
Sebagian dari mereka merupakan saudagar yang  menyebarkan agama islam dan juga berdagang, hal ini terbukti karena adanya makam seorang wanita yang bernama Fatimah binti Maimun yang wafat pada tahun 1082 M atau 475 H di daerah Lerang jepara.
Pada saat itu, islam belum berkembang dengan pesat. Menurut sejarah, Islam mulai berkembang pesat di Gresik  semenjak Maulana Malik Ibrahim berdakwah di sana. Namun kala itu sudah ada seorang raja di pulau Jawa yang memeluk agama Islam. Raja itu bernama Ratu Sima yang beristana di Kalingga yang berada di daerah  Gresik atau Maulana Malik Ibrahim di kenal dengan berbagai nama. Di antaranya, Maulana Maghribi, disebut demikian karena beliau berasal dari daerah Maghribi, Afrika Utara.
Namun ada pula yang menyebutnya dengan Maulana Gresik atau Sunan Gresik. Sunan Gresik merupakan keturunan Ali Zainal Abidin Al Husein bin Ali bin Abi Thalib. Di beri nama Sunan Gresik karena penyebaran dakwahnya di daerah Gresik.
Maulana Malik Ibrahim datang ke Pulau Jawa bersama dengan Raja Cermin beserta dengan putra putri nya. Raja Cermin adalah Raja Hindustan. Sebagian Riwayat ada yang meyebutkan bahwa Sunan Gresik datang dari Turki sebagai utusan dakwah Khalifah Turki Utsmaniyah.
Beliau pernah mengembara di Gujarat sehingga cukup berpengalaman menghadapi orang – orang Hindu. Yang mana saat itu raja dan rakyat masih beraga Hindu atau Budha , sebagai agama resmi kerajaan.

Maulana Malik Ibrahim terkenal sebagai Si Kakek Bantal. Penolong fakir, miskin dan juga ahli tata negara yang di hormati oleh para pangeran dan sultan. Berbagai gelar tersebut menunjukkan betapa hebat perjuangan beliau untuk masyarakat Jawa. Beliau juga di kenal ahli pertanian dan pengobatan.
Semenjak beliau berada di Gresik, hasil pertanian rakyat Gresik meningkat tajam, Sunan Giri mempunyai gagasan mengalirkan air dari gunung untuk mengairi lahan pertanian.
Maulana Malik Ibrahim mempunyai sifat lemah lembut,welas asih. Dan ramah kepada semua orang baik muslim ataupun Hindu, yang membuat Maulana Maghribi  sangat di segani oleh masyarakat.
Kepribadian yang terpuji itulah yang membuat banyak orang rela berbondong- bondong masuk Islam dengan sukarela dan menjadi pengikut setianya.
Di Gresik, Maulana Malik Ibrahim mendirikan sebuah pesantren, tempat yang di jadikan untuk mempelajari AL Qur’an, hadist, bahasa Arab, dan sebagainya di sana. Inilah yang menjadi cikal bakal pesantren di Jawa, Dari pesantren yang pertama berdiri tersebut beliau menuai hasil yang sangat memuaskan.
lahirlah para mubaligh yang kemudian tersebar luas ke seluruh Nusantara. Tradisi pesantren ini berkembang hingga sekarang.
Pengikut  Sunan Gresik semakin bertambah, Beliau mempunyai niatan untuk mengislamkan Raja Majapahit. Hal itu di utarakan beliau kepada sahabatnya, Raja Cermin. Ternyata Raja Cermin juga mempunyai niatan yang sama untuk mengajak Prabu Brawijaya untuk masuk agama Islam.
Maka pada tahun 1321 M, Raja Cermin datang ke Gresik disertai putri nya yaitu Dewi Sari. Tujuan sang putri adalah untuk memberikan bimbingan kepada para putri istana Majapahit untuk mengenal Islam.
Maulana Malik Ibrahim wafat pada tahun 1419 M atau 822 H. Beliau di makamkan di Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.

Sunan Ampel


sunan ampel
blogsport.com

Sunan Ampel merupakan putra dari ayah yang bernama Syekh Ibrahim Asmarakandi yang berasal dari Samarqand. Samarqand merupakan wilayah besar yang melahirkan ulama- ulama’ besar seperti Imam Bukhari yang termasyhur sebagai perawi hadist shohih. Di Samarqand hidup pula seorang ulama’ besar yang bernama Syekh Jamaluddin Jumadil Kubra. Beliau mempunyai anak yang bernama Ibrahim.

Syekh Ibrahim Asmarakandi di perintahkan oleh sang ayah untuk berdakwah di wilayah negara- negara Asia. Beliau berhasil mengislamkan Raja Campa dan rakyatnya, Bahkan, kemudian raja Campa dijodohkan dengan putri raja yang bernama Dewi Candra Wulan.
Dari pernikahan Syekh Ibrahim Asmarakandi dengan Dewi Candra Wulan memiliki dua orang putera yaitu Raden Rahmat  atau Sayid Ali Rahmatullah dan Raden Santri atau Sayid Ali Murtadho.
Adik dari Dewi Candra Wulan yang bernama Dewi Dwarawati di peristeri oleh Prabu Brawijaya dari Majapahit. Namun kala itu, Kerajaan Majapahit sedang mengalami masa kemunduran  yang di sebabkan oleh perang antar saudara. Oleh sebab itu, Sang Prabu Brawijaya merasa sangat risau.
Kemudian Dewi Dwarawati mengusulkan untuk memanggil keponakannya yang tinggal di Campa yaitu Sayid Ali Rahmatullah. Karena beliau memang ahli dalam mengatasi kemerosotan budi pekerti.
Maka dikirimlah utusan dari negeri Campa untuk meminta Sayyid Ali Rahmatullah datang ke Majapahit yang kemudian disambut dengan senang hati oleh sang Raja Campa.
Berangkatlah Sayid Ali Rahmatullah ke tanah Jawa yang di temani oleh sang ayah yaitu Syekh Maulana Malik Ibrahim Asmarakandi dan sang kakak yaitu Sayid Ali Murtadho.
Ada dugaan yang menyebutkan bahwa mereka tidak langsung menuju majapahit, namun singgah terlebih dahulu ke daerah Tuban.  Namun ketika di Tuban, sang ayah jatuh sakit dan kemudian wafat.
Sepeninggal ayahanda, Sayid Ali Murtadho melanjutkan dakwahnya keliling Pulau Bali, Sumba, Sumbawa madura hingga mencapai Bima. Sementara Sayid Ali Rahmatullah melanjutkan perjalanan menuju Majapahit.
Sesampainya di  Majapahit, beliau di sambut gembira oleh sang Prabu. Beliau di hadiah i sebidang tanah beserta bangunannya di Surabaya. Beliau diminta untuk mendidik para bangsawan dan pangeran Majapahit agar berbudi pekerti luhur.
Pada hari yang di tentukan, berangkatlah Sayid ali Rahmatullah ke Surabaya yang bernama Ampel dhenta. Prabu Brawijaya menyertakan 300 anggota keluarganya untuk mengikuti Sayid Ali Rahmatullah. Selama  di perjalanan, beliau melakukan dakwah sehingga bertambah pula rombongannya.  .Sebelum tiba di Ampel, beliau mendirikan sebuah langgar sederhana di Kembang Kuning yang letaknya delapan kilometer dari Ampel.  Karena berdakwah di sekitar Ampel, maka beliau di sebut sebagai Sunan Ampel.
Sunan Ampel di sebut sebagai bapaknya para Wali. Beliau merupakan sesepuh wali songo, mufti atau petinggi agama Islam setanah Jawa. Beberapa murid dan putra beliau menjadi bagian dari Wali Songo. Diantaranya Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, dan Sunan Kalijaga.
Ajaran dari Sunan Ampel yang terkenal adalah falsafah moh limo. Artinya, tidak melakukan lima hal tercela. Moh limo tersebut yaitu, moh main (tidak mau judi), moh ngombe (tidak mau mabuk), moh maling (tidak mau mencuri), moh madat (tidak mau mengisap candu), dan moh madon (tidak mau berzina).
Sunan Ampel di kenal sebagai pendakwah sekaligus ahli pidato yang pandai memikat pendengarnya. Ajaran Sunan Ampel begitu bermakna bagi anak keturunannya.
Sekalipun beliau telah wafat pada tahun 1481 M dengan candra sengkala ulama Ampel seda Masjid. Cerita lisan dari masyarakat meyebutkan bahwa beliau wafat saat sujud di masjid. Namun ada riwayat lain yang menyebutkan beliau wafat pada tahun 1406 Jawa.

Sunan Bonang


sunan bonang
sumber: sindonews.net

Sunan Bonang merupakan seorang Wali yang mempunyai nama asli Raden Makdum atau Maulana Makdum Ibrahim. Beliau lahir di daerah Ampel, surabaya pada tahun 1465. Beliau di tugaskan untuk berdakwah di daerah Bonang, Tuban. Semasa kecil, Sunan Bonang selalu di didik oleh sang ayah dengan disiplin dengan ketat. Ayah beliau merupakan Sunan Ampel.
Sunan Bonang pernah menaklukkan Kebondanu, seorang pemimpin perampok dan anak buahnya dengan hanya menggunakan tembang gending “Dharma” dan “Macapat”. Mendengar tembang tersebut , Kebondanu dan anak buahnya merasa lemas dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Setelah mereka bertaubat, mereka kemudian menjadi pengikut Sunan Bonang, Namun kesaktian Sunan Bonang tidak hanya terletak  pada gamelan dan gaungnya.
Pada masa hidupnya,Sunan Bonang termasuk penyokong Kerajaan Islam Demak.  Beliau juga turut merancang sendi – sendi keprajuritan, peraturan muamalah, undang- undang , dan masjid Demak. Beliaulah yang memutuskan untuk pengangkatan Sunan Ngudung sebagai panglima tentara Islam Demak.
Dalam menyiarkan ajaran Islam, Sunan Bonang mengandalkan sejumlah kitab. Diantaranya, Ihya Ulumudin dari Al Ghazali dan  Al Anthaki dari Dawud Al Anthaki. Tulisan Abu Yazid Al Busthami dan Syekh Abdul Qadir Jaelani juga menjadi acuan baginya.
Ajaran Sunan Bonang memuat tiga tiang agama meliputi tasawuf, ushuludin, dan fikih.  Dalam berdakwah, Sunan Bonang kerap menggunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati masyarakat awam, Seperangkat gamelan bonang misalnya, yang bila di pukul mengeluarkan bunyi yang sangat merdu.
Jika sang gendang di pukul sendiri oleh sang sunan, suaranya sangat menyentuh hati para pendengarnya. Kemudian mereka berbondong – bondong datang ke masjid. Dalam bidang sastra budaya, sumbangan beliau  meliputi dakwah melalui pewayangan san turut mendirikan masjid Demak.
Selain itu beliau juga menyempurnakan Instrumen gamelan, terutama bonang, kenong, dan kempul. Mengubah Suluk Wujil dan tembang “Macapat”. Pada zaman sekarang, salah satu ajaran Sunan Bonang telah di gubah menjadi syair pujian “Tombo Ati”.

Sunan Drajat


sunan drajat
merdeka.com

Kata Drajat berasal dari bahasa Arab, yaitu darajat yang berarti martabat atau tingkatan. Sunan Drajat merupakan seorang putra dari Sunan Ampel dari pernikahannya dengan Dewi Candrawati. Sunan Drajat juga adik dari Sunan Bonang. Beliau hidup pada zaman Majapahit Akhir, sekitar tahun  1478 M.
Diantara para Wali songo, mungkin beliaulah yang mempunyai nama paling banyak. Ketika muda, Sunan Drajat dikenal sebagai Raden Qosim atau Kasim.
Selain itu, berbagai naskah kuno  menyebutkan beberapa nama beliau yang lain. Misalnya Sunan Mahmud, Sunan Mayang Madu, Sunan Muryapada, Raden Imam, Maulana Hasyim, Syekh Masakeh, Pangeran Syarifudin, Pangeran Kadrajat, dan Masaikh Munar.
Empat pokok ajaran Sunan Drajat adalah “paring teken marang kang kalunyon lan wuta; paring pangan marang kang kaliren; paring sandhang marang kang kawudan; paring payung marang kang kodanan.” Artinya, berikanlah tongkat kepada orang yang buta; berikanlah makan pada orang yang kelaparan; berikanlah pakaian kepada orang yang telanjang; berikanlah payung pada orang yang kehujanan.
Sunan Drajat sangat memperhatikan kaumnya. Beliau kerap kali berjalan mengitari perkampungan pada malam hari. Penduduk merasa aman dan terlindung dari gangguan makhluk halus yang konon cerita sangat meraja lela selama adanya setelah pembukaan hutan.
Usai sholat Ashar beliau keliling perkampungan seraya berdzikir dan mengingatkan penduduk untuk melaksanakan sholat magrib. “Berhentilah bekerja, jangan lupa sholat,” nasihat beliau dengan membujuk. Di saat yang lain beliau juga merawat dan mengobati warga yang sakit dengan ramuan tradisional dan doa.
Sunan Drajat terkenal akan kearifan dan kedermawannannya. Beliau menurunkan ajaran agar tidak saling menyakiti, baik melaui perkataan atau perbuatan. “Bapang den simpangi, ana catur mungkur”, demikian petuahnya. Artinya, janganlah mendengarkan pembicaraan yang menjelek jelekkan orang lain dan hindarilah perbuatan yang dapat mencelakai orang lain.
Kelembutan Sunan Drajat telah mendorongnya untuk mengenalkan Islam melalui konsep dakwah bil hikmah, yaitu secara bijak dan tanpa memaksa.
Ada beberapa cara yang dilakukan Sunan Drajat dalam menyampaikan dakwahnya. Pertama, lewat pengajian secara langsung di masjid ataupun di langgar. Kedua, melalui penyelenggaraan pendidikan di pesantren, lantas memberikan fatwa atau petuah dalam menyelesaikan suatu masalah. Ketiga, melalui kesenian tradisional. Beliau juga menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Sunan Kalijaga


sunan kalijaga
sumber : pesugihan.com

Sunan Kalijaga merupakan salah satu wali yang paling poluler di Jawa karena beliau lebih di kenal luas oleh para masyarakat. Bahkan sebagian orang Jawa menganggapnya sebagai guru agung tanah jawa. Beliau mempunyai nama kecil yaitu Raden Sahid.
Raden Sahid merupakan putra  Tumenggung Wilwatika, Adipati Tuban. Sang Tumenggung merupakan keturunan Ranggalawe yang sudah beragama Islam dan berganti nama menjadi Raden Sahur. Ibunda dari Raden Sahid bernama Dewi Nawangrum.
Semasa kecil, Raden Sahid sudah mempelajari Islam di tuban. Akan tetapi, melihat kondisi lingkungan yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam sehingga memberontaklah Raden Sahid. Ia melihat banyak Rakyat jelata  yang hidupnya sengsara. Sedangkan para bangsawan Tuban hidup dengan berfoya- foya. Para pemuka agama yang diam saja tak banyak berpendapat. Di sisi lain, pejabat kadipaten pun sewenang wenang memperlakukan rakyat kecil. Karena itu, hati Raden Sahid merasa sangat gelisah.
Raden Sahid muda memiliki solidaritas tinggi terhadap kawan kawannya. Tak segan – segan ia bergaul dengan di lingkungan rakyat. Di kala itulah raden tak lagi tahan melihat kondisi  penderitaan kaum miskin pedesaan.
Maka ketika malam hari, ia sering mengambil bahan makanan dari gudang kadipaten dan memberikannya kepada rakyat miskin.
Lambat laun, perbuatan Raden Sahid tersebut kemudian di ketahui oleh pihak ayahnya. Sang Raden pun kemudian di usir dari istana sehingga akhirnya ia mengembara tanpa tujuan yang pasti. Di hutan Jatiwangi, yaitu di perbatasan Kudus dan Pati, menetaplah Raden Sahid. Di sana beliau merampok orang- orang kaya yang pelit terhadap orang miskin. Kemudian hasilnya beliau berikan pada mereka kaum miskin.
Sunan kalijaga dalam berdakwahnya tidak mendirikan pesantren. Karena, menurut beliau semua dunia adalah pesantren. Dalam berdakwah, Sunan Kalijaga menggubah tembang “ilir- ilir”, membuat kreasi seni batik yang bermotifkan  lukisan burung, menggubah tembang “macapat”, “Dhandhanggula”, menyelaraskan gong sekaten. Dan menyungging wayang kulit untuk sarana dakwah.
Tata cara pemeluk agama lama, seperti semadi dan sesaji justru di gunakan sebagai alat penyebaran agama Islam. Oleh karena itulah sunan Kalijaga memelopori ritual peringatan maulid Nabi Muhammad di Surakarta dan Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Grebeg Maulud, Grebeg Besar, dan Grebeg Syawal.

Sunan Kudus


sunan kudus
sumber.i.ytimg.com

Sunan Kudus  mempunyai nama yaitu Ja’far Shodiq. Beliau merupakan ulama’ besar yang menyebarkan Islam di sekitar Kudus, Jawa Tengah. Beliau lahir  dari Ayah yang bernama Raden Usman Haji yang bergelar Sunan Ngudung di jipang Panolan, Blora pada pertengahan abad 15 M atau 9 H.
Meski bergelar sebagai Sunan Kudus, namun beliau bukanlah berasal dari Kudus melainkan dari Demak.
Di sanalah Ja’far Shodiq dilahirkan sebagai anak dari perkawinan Sunan Ngudung dan Syarifah. Sejak Kecil, Ja’far Shodiq ingin hidup merdeka dan membaktikan hidupnya untuk kepentingan agama Islam.
Cara simpatik Sunan Kudus membuat para penganut agama lain terpikat untuk mendengarkan dakwahnya. Surah Al Baqarah, yang dalam bahasa Arab  berarti sapi, sering di bacakan Sunan agar memikat pendengar. Bangunan di sekitar Masjid Kudus di bangun dengan desain bangunan Hindu karena pada masa itu memang yang mendominasi adalah masyarakat beragama Hindu.
Kebiasaan unik Sunan Kudus dalam berdakwah adalah acara bedug dandang yang merupakan kegiatan menunggu bulan Ramadhan. Untuk mengundang para Jemaah datang ke Masjid, Sunan Kudus menabuh beduk bertalu- talu. Setelah mereka semua berkumpul, Sunan mengumumkan kapan persisnya hari pertama puasa.
Nama Sunan Kudus di kalangan masyarakat  setempat dimitoskan sebagai seorang tokoh yang terkenal dengan seribu satu kesaktiannya.  Sunan Kudus kemudian wafat pada tahun 1550 M atau 960 H. Beliau di makamkan di Kudus.

Sunan Muria


kisah islami sunan muria
www.kabarmakkah.com

Sunan Muria  merupakan putera dari Sunan Kalijaga. Ibu Sunan Muria bernama Dewi Sarah. Istri Sunan Muria adalah Dewi Sujinah yang merupakan kakak dari Sunan Kudus. Nama Sunan Muria kecil adalah Raden Umar Sahid. Beliau di sebut Sunan Muria karena wilayah  syiar Islamnya meliputi lingkungan Gunung Muria.
Ketangguhan Sunan Muria dalam berdakwah tidak dapat  di ragukan lagi. Gaya berdakwah yang modern, mengikuti Sunan Kalijaga, dan menyelusup lewat berbagai  tradisi Jawa.
Misalnya, adat kenduri pada hari- hari tertentu setelah kematian anggota keluarga, seperti nelung dina hingga nyewu, tidak di haramkan oleh sang sunan. Tradisi berbau klenik, seperti membakar kemenyan atau menyuguhkan sesaji di ganti dengan do’a dan sholawat.
Selain itu, Sunan Muria juga berdakwah lewat berbagi kesenian Jawa.  Misalnya, menciptakan tembang “Macapat”, “Sinom”, dan “Kinanti” yang hingga sekarang masih lestari. Lewat tembang- tembang itulah beliau mengajak umat untuk mengamalkan ajaran Islam.
Sunan Muria lebih senang   berdakwah kepada rakyat jelata dari pada kaum bangsawan. Daerah dakwahnya cukup luas dan tersebar. Mulai dari lereng Gunung Muria, pelosok Pati, Kudus, Juwana hingga pesisir utara.

Sunan Gunung Jati


sunan gunung jati
sejukkan-iman.blogspot.com

Sunan Gunung Jadi memiliki nama asli yaitu Sarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah berasal dari Mesir. Ibunda Sunan Gunung Jati merupakan putri dari Prabu Siliwangi yang bernama Rara Santang yang kemudian di peristri  oleh Raja yang bernama Syarif Abdullah yang merupakan seorang Raja dari Mesir.
Ketika Syarif Hidayatullah masih berusia 21 tahun, Syarif Abdullah meninggal dunia. Syarif Hidayatullah pun hendak di lantik sebagai pengganti Raja Mesir. Tetapi ia menolak.
Syarif Hidayatullah memilih untuk berkunjung ke Jawa tempat di mana sang Ibu di lahirkan untuk berdakwah. Sewaktu di Mesir, Syarif Hidayatullah kerap berguru kepada  para ulama Mesir, sehingga beliau tidak canggung lagi ketika harus berdakwah di Jawa.
Di Jawa, Syarif Hidayatullah meneruskan perguruan agama yang di bangun Syekh Datuk Kahfi, di Gunung jati. Oleh karena itulah beliau di sebut sebagai Sunan Gunung Jati.  Pangeran Cakrabuwana mengawinkan putrinya yaitu Dewi Pakungwati dengan Sunan Gunung Jati. . Setelah beliau berusia lanjut, Pangeran Cakrabuwana menyerahkan tahta Caruban Larang kepada sang menantu yaitu Sunan Gunung Jati.

Sunan Giri


sunan giri
Napuris.blogspot.com

Sunan Giri merupakan seorang anak yang berasal dari seorang ayah yaitu Maulana Ishak yang berasal dari Pasai. Dan ibunya bernama Dewi Sekardaru, putri Prabu Menak Sembayu, Raja Blambangan.
Sunan Giri mulanya bernama Raden Paku, yaitu nama yang di berikan oleh ayahnya ketika hendak pergi meninggalkan Blambangan, sementara sang istri saat itu tengah hamil tujuh bulan.
Setelah lahirnya sang putra, ayahanda Dewi Sekardaru yaitu raja Blambangan memerintahkan untuk memasukkan bayi tersebut ke dalam peti kemudian di hanyutkan di lautan atas hasutan dari patihnya.
Bayi tersebut kemudian di temukan oleh rombongan kapal pesiar yang kapalnya macet karena adanya peti yang mengganjal kapal tersebut. Diangkatlah peti tersebut  lalu di buka. Seluruh awak kapal tersebut sangat terkejut. Karena mereka menemukan bayi mungil yang tampan di dalam peti tersebut.
Bayi tersebut kemudian di serahkan kepada majikan mereka oleh awak kapal yaitu, Nyai Ageng Pinatih yang merupakan mantan istri dari Patih kerajaan Blambangan. Dan bayi tersebut di angkat menjadi anaknya.  Singkat cerita, pada usia 12 tahun kemudian anak tersebut di serahkan kepada Sunan Ampel untuk dididik.
Raden Paku yang awalnya adalah seorang pedagang yang membantu ibunya, setelah menikah Raden Paku meninggalkan dunia perdagangan dan konsentrasi pada syiar Islam.
Lantas, bermunajatlah beliau di sebuah gua desa kembangan dan Kebomas, Kabupaten Gresik selama 50 hari 40 malam. Saat itu beliau teringat pesan ayahnya untuk mendirikan pesantren  yang bertanah sama yang di wasiatkan beliau.
Usai bermunajat, di carilah tempat tersebut dan akhirnya Raden Paku menemukan tanah tersebut di Desa Sidomukti, tepatnya si sebuah daerah perbukitan. Lalu beliau membangun sebuah pesantren di sana. Karena tempatnya di gunung, tempat itu di sebut sebagai Pesantren Giri, semenjak itulah raden Paku di sebut sebagai Sunan Giri.
Sunan Giri dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan.  Beliau pernah menyusun peraturan ketata pajakan dan undang – undang kerajaan Demak. Berbagai pandangan atau petuah nya di jadikan rujukan.
Jasa dan perjuangan sunan Giri terbesar adalah pengislaman penduduk Jawa bagian Timur. Tak terhitung jumlah orang masuk islam karena bimbingan beliau.
Sekian artikel penjelasan singkat sejarah para wali yang sangat berjasa dalam pengislaman di tanah Jawa. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari cerita cerita tersebut, dan bisa menjadikannya sebagai tauladan yang baik

Wasiat Sunan Drajat

Wasiat Sunan Drajat
Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofi ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut :
  1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
  2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
  3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
  4. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu)
  5. Heneng – Hening – Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur).
  6. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan Sholat lima waktu)
  7. Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masya­rakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)

Nasehat Sunan Giri atau Sunan Gresik

Nasihat Kanjeng Sunan Giri  Sepuh Rahimahullah 

Dalam bahasa Jawa, yang tertulis dengan Arab-pegon, kira2 latinnya seperti ini:

Gusti iku dumunung ana atining manungso kang becik
Mulo iku, diarani Gusti iku baguse ati 

Sing sopo nyumurupi dzating Pangeran iku ateges nyumurupi awake dewe 
Dene kang durung mikani awake dewe, durung mikani dzating Pangeran

Kahanan dunyo ora langgeng, mula ojo ngagungake kesugihan lan derajatiro 
Awit samongso ono wolak-waliking zaman ora ngisin-ngisini

Kahanan kang ono iki ora suwe, mesti ngalami owah gingsir 
Mulo ojo lali marang sapodo-podo tumiro

Kira2 terjemahnya dalam bahasa Indonesia adalah:

Tuhan itu bersemayam di hati manusia yang baik
Karena itu, Tuhan itu 'disebut' juga bagusnya hati

Sesiapa yang mengenal dzat Tuhan itu berarti mengenal dirinya sendiri
Adapun yang belum memahami dirinya sendiri, belum pula memahami dzat Tuhan

Keadaan dunia tidaklah kekal, maka dari itu jangan mengangungkan kekayaan dan derajatmu
Jika suatu saat ada bolak-baliknya zaman, tidak menanggung malu

Keadaan yang ada ini tidaklah lama, pasti mengalami perubahan
Karena itu, janganlah melupakan sesama manusia

Moh limo sunan ampel

WASIAT SUNAN AMPEL MOH LIMO (Tidak mau Lima)

Moh Limo adalah falsafah yang telah diajarkan oleh Sunan Ampel beberapa abad yang lalu, yakni “Moh Limo” atau tidak mau melakukan lima hal tercela yaitu :

falsafah yang telah diajarkan oleh Sunan Ampel beberapa abad yang lalu, yakni falsafah “Moh Limo” atau tidak mau melakukan lima hal tercela yaitu :

1. Moh Main atau tidak mau berjudi

Segera basmi segala bentuk perjudian, baik perjudian kelas bawah maupun perjudian kelas atas. Karena bangsa kita tidak akan pernah mendapatkan keberkahan hidup jika perjudian menjamur bebas di sana-sini.

2. Moh Ngombe atau tidak mau minum arak atau bermabuk-mabukan.

Tinggalkan segala bentuk minum-minuman keras yang hanya membawa kenikmatan sesaat, tetapi kemudhorotan yang akan ditimbulkannya jauh lebih besar dari manfaatnya.

3. Moh Maling atau tidak mau mencuri

Segala bentuk pencurian, termasuk di dalamnya korupsi, kolusi,  suap-menyuap dan sebagainya harus segera ditinggalkan, jika tidak malapetaka sosial akan semakin marak dalam kehidupan bangsa kita.. Selain itu begitu maraknya korupsi dari  birokrasi paling bawah sampai birokrasi teratas menyebabkan bangsa kita akan semakin terpuruk.

4. Moh Madat atau tidak mau menghisap candu, ganja, narkoba dan lain-lain.

Penyalahgunaan narkoba adalah sumber kehancuran negara. Penyakit ini akan menghancurkan bangsa kita, apalagi pengguna terbesar narkoba adalah generasi muda. Jika hal ini terus dibiarkan, apa yang terjadi pada bangsa kita 10, 15, atau 20 tahun yang akan datang. Wallahu a’lam.

5. Moh Madon atau tidak mau berzina/main perempuan yang bukan istrinya.

Penyakit masyarakat lainnya yang begitu mewabah dalam masyarakat kita adalah perzinaan. Arus globalisasi yang begitu dahsyat telah banyak memberi pengaruh besar bagi menjamurnya segala bentuk prostitusi dan perselingkuhan. Kerusakan seperti ini sudah dianggap “biasa” oleh masyarakat kita.
Padahal kalau perbuatan seperti ini tidak dicegah, tunggulah azab yang besar akan segera datang dari Allah SWT.

Suluk si wujil pesen kanjeng sunan bonang

Suluk Si Wujil Pesan Kanjeng Sunan Bonang,
1
Inilah ceritera si Wujil
Berkata pada guru yang diabdinya
Ratu Wahdat
Ratu Wahdat nama gurunya
Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung
Yang tinggal di desa Bonang
Ia minta maaf
Ingin tahu hakikat
Dan seluk beluk ajaran agama
Sampai rahsia terdalam
2
Sepuluh tahun lamanya
Sudah Wujil
Berguru kepada Sang Wali
Namun belum mendapat ajaran utama
Ia berasal dari Majapahit
Bekerja sebagai abdi raja
Sastra Arab telah ia pelajari
Ia menyembah di depan gurunya
Kemudian berkata
Seraya menghormat
Minta maaf
3
“Dengan tulus saya mohon
Di telapak kaki tuan Guru
Mati hidup hamba serahkan
Sastra Arab telah tuan ajarkan
Dan saya telah menguasainya
Namun tetap saja saya bingung
Mengembara kesana-kemari
Tak berketentuan.
Dulu hamba berlakon sebagai pelawak
Bosan sudah saya
Menjadi bahan tertawaan orang
4
Ya Syekh al-Mukaram!
Uraian kesatuan huruf
Dulu dan sekarang
Yang saya pelajari tidak berbeda
Tidak beranjak dari tatanan lahir
Tetap saja tentang bentuk luarnya
Saya meninggalkan Majapahit
Meninggalkan semua yang dicintai
Namun tak menemukan sesuatu apa
Sebagai penawar
5
Diam-diam saya pergi malam-malam
Mencari rahsia Yang Satu dan jalan sempurna
Semua pendeta dan ulama hamba temui
Agar terjumpa hakikat hidup
Akhir kuasa sejati
Ujung utara selatan
Tempat matahari dan bulan terbenam
Akhir mata tertutup dan hakikat maut
Akhir ada dan tiada
6
Ratu Wahdat tersenyum lembut
“Hai Wujil sungguh lancang kau
Tuturmu tak lazim
Berani menagih imbalan tiggi
Demi pengabdianmu padaku
Tak patut aku disebut Sang Arif
Andai hanya uang yang diharapkan
Dari jerih payah mengajarkan ilmu
Jika itu yang kulakukan
Tak perlu aku menjalankan tirakat
7
Siapa mengharap imbalan uang
Demi ilmu yang ditulisnya
Ia hanya memuaskan diri sendiri
Dan berpura-pura tahu segala hal
Seperti bangau di sungai
Diam, bermenung tanpa gerak.
Pandangnya tajam, pura-pura suci
Di hadapan mangsanya ikan-ikan
Ibarat telur, dari luar kelihatan putih
Namuni isinya berwarna kuning
8
Matahari terbenam, malam tiba
Wujil menumpuk potongan kayu
Membuat perapian, memanaskan
Tempat pesujudan Sang Zahid
Di tepi pantai sunyi di Bonang
Desa itu gersang
Bahan makanan tak banyak
Hanya gelombang laut
Memukul batu karang
Dan menakutkan
9
Sang Arif berkata lembut
“Hai Wujil, kemarilah!”
Dipegangnya kucir rambut Wujil
Seraya dielus-elus
Tanda kasih sayangnya
“Wujil, dengar sekarang
Jika kau harus masuk neraka
Karena kata-kataku
Aku yang akan menggantikan tempatmu”…
11
“Ingatlah Wujil, waspadalah!
Hidup di dunia ini
Jangan ceroboh dan gegabah
Sadarilah dirimu
Bukan yang Haqq
Dan Yang Haqq bukan dirimu
Orang yang mengenal dirinya
Akan mengenal Tuhan
Asal usul semua kejadian
Inilah jalan makrifat sejati”
12
Kebajikan utama (seorang Muslim)
Ialah mengetahui hakikat salat
Hakikat memuja dan memuji
Salat yang sebenarnya
Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib
Tetapi juga ketika tafakur
Dan salat tahajud dalam keheningan
Buahnya ialah mnyerahkan diri senantiasa
Dan termasuk akhlaq mulia
13
Apakah salat yang sebenar-benar salat?
Renungkan ini: Jangan lakukan salat
Andai tiada tahu siapa dipuja
Bilamana kaulakukan juga
Kau seperti memanah burung
Tanpa melepas anak panah dari busurnya
Jika kaulakukan sia-sia
Karena yang dipuja wujud khayalmu semata
14
Lalu apa pula zikir yang sebenarnya?
Dengar: Walau siang malam berzikir
Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan
Zikirmu tidak sempurna
Zikir sejati tahu bagaimana
Datang dan perginya nafas
Di situlah Yang Ada, memperlihatkan
Hayat melalui yang empat
15
Yang empat ialah tanah atau bumi
Lalu api, udara dan air
Ketika Allah mencipta Adam
Ke dalamnya dilengkapi
Anasir ruhani yang empat:
Kahar, jalal, jamal dan kamal
Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya
Begitulah kaitan ruh dan badan
Dapat dikenal bagaimana
Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana
16
Anasir tanah melahirkan
Kedewasaan dan keremajaan
Apa dan di mana kedewasaan
Dan keremajaan? Dimana letak
Kedewasaan dalam keremajaan?
Api melahirkan kekuatan
Juga kelemahan
Namun di mana letak
Kekuatan dalam kelemahan?
Ketahuilah ini
17
Sifat udara meliputi ada dan tiada
Di dalam tiada, di mana letak ada?
Di dalam ada, di mana tempat tiada?
Air dua sifatnya: mati dan hidup
Di mana letak mati dalam hidup?
Dan letak hidup dalam mati?
Kemana hidup pergi
Ketika mati datang?
Jika kau tidak mengetahuinya
Kau akan sesat jalan
18
Pedoman hidup sejati
Ialah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
Pribadi besar mencari hakikat diri
Dengan tujuan ingin mengetahui
Makna sejati hidup
Dan arti keberadaannya di dunia
19
Kenalilah hidup sebenar-benar hidup
Tubuh kita sangkar tertutup
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya
Jika kau tidak mengenalnya
Akan malang jadinya kau
Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil
Sia-sia semata
Jika kau tak mengenalnya.
Karena itu sucikan dirimu
Tinggalah dalam kesunyian
Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia
20
Keindahan, jangan di tempat jauh dicari
Ia ada dalam dirimu sendiri
Seluruh isi jagat ada di sana
Agar dunia ini terang bagi pandangmu
Jadikan sepenuh dirimu Cinta
Tumpukan pikiran, heningkan cipta
Jangan bercerai siang malam
Yang kaulihat di sekelilingmu
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!
21
Dunia ini Wujil, luluh lantak
Disebabkan oleh keinginanmu
Kini, ketahui yang tidak mudah rusak
Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna
Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi
Bentangan pengetahuan ini luas
Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya
Orang yang mengenal hakikat
Dapat memuja dengan benar
Selain yang mendapat petunjuk ilahi
Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini
22
Karena itu, Wujil, kenali dirimu
Kenali dirimu yang sejati
Ingkari benda
Agar nafsumu tidur terlena
Dia yang mengenal diri
Nafsunya akan terkendali
Dan terlindung dari jalan
Sesat dan kebingungan
Kenal diri, tahu kelemahan diri
Selalu awas terhadap tindak tanduknya
23
Bila kau mengenal dirimu
Kau akan mengenal Tuhanmu
Orang yang mengenal Tuhan
Bicara tidak sembarangan
Ada yang menempuh jalan panjang
Dan penuh kesukaran
Sebelum akhirnya menemukan dirinya
Dia tak pernah membiarkan dirinya
Sesat di jalan kesalahan
Jalan yang ditempuhnya benar
24
Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ia yang mengaku tahu jalan
Sering tindakannya menyimpang
Syariat agama tidak dijalankan
Kesalehan dicampakkan ke samping
Padahal orang yang mengenal Tuhan
Dapat mengendalikan hawa nafsu
Siang malam penglihatannya terang
Tidak disesatkan oleh khayalan
35
Diam dalam tafakur, Wujil
Adalah jalan utama (mengenal Tuhan)
Memuja tanpa selang waktu
Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya)
Disebabkan oleh makrifat
Tubuhnya akan bersih dari noda
Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini
Dari orang arif yang tahu
Agar kau mencapai hakikat
Yang merupakan sumber hayat
36
Wujil, jangan memuja
Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja
Juga sia-sia orang memuja
Tanpa kehadiran Yang Dipuja
Walau Tuhan tidak di depan kita
Pandanglah adamu
Sebagai isyarat ada-Nya
Inilah makna diam dalam tafakur
Asal mula segala kejadian menjadi nyata
38
Renungi pula, Wujil!
Hakikat sejati kemauan
Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita
Berpikir dan menyebut suatu perkara
Bukan kemauan murni
Kemauan itu sukar dipahami
Seperti halnya memuja Tuhan
Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak
Pun tidak membuatmu membenci orang
Yang dihukum dan dizalimi
Serta orang yang berselisih paham
39
Orang berilmu
Beribadah tanpa kenal waktu
Seluruh gerak hidupnya
Ialah beribadah
Diamnya, bicaranya
Dan tindak tanduknya
Malahan getaran bulu roma tubuhnya
Seluruh anggota badannya
Digerakkan untuk beribadah
Inilah kemauan murni
40
Kemauan itu, Wujil!
Lebih penting dari pikiran
Untuk diungkapkan dalam kata
Dan suara sangatlah sukar
Kemauan bertindak
Merupakan ungkapan pikiran
Niat melakukan perbuatan
Adalah ungkapan perbuatan
Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
Keduanya buah dari kemauan