Kamis, 18 Juli 2019

Mencari samudra di dalam samudra

MENCARI SAMUDRA DI DALAM SAMUDRA

Sekelompok ikan yang masih muda berkelana mencari samudera. Konon kabarnya menurut keyakinan mereka kalau samudera ditemukan maka mereka mendapatkan kehidupan yang abadi, bahagia selamanya karena samudera merupakan tujuan hidup hakiki. Begitu hebatnya samudera dalam pandangan mereka sehingga mereka meyakini bahwa samudera itu terletak di tempat yang sangat jauh dan sulit terjangkau, memerlukan perjalanan panjang untuk mencapainya.
Dalam proses pencarian tersebut, mareka berjumpa dengan seekor ikan tua yang bijaksana. Ikan tua bertanya kepada sekalompok ikan muda yang mencari samudera, “Mau kemana kalian, saya lihat kalian seperti para pengembara”.
“Benar pak tua, kami adalah para pengembara” jawab salah se ekor ikan.
“Apa yang ingin kalian cari dalam pengembaraan ini?” Tanya ikan tua
Mereka serentak menjawab, “Kami mencari samudera!!”.
Ikan tua tertawa mendengar jawaban ikan-ikan muda. Kemudian ikan muda bertanya kepada ikan tua, “Kenapa anda tertawa pak tua?”.
Ikan tua dengan masih tertawa menjawab, “Samudera yang kalian cari itu ada disini, kalian semua sedang berada di dalam samudera”
Sekelompok ikan muda yang mencari samudera merasa tersinggung dengan jawaban ikan tua, salah satu dari mereka membentak ikan tua, “Hai Pak Tua, yang anda tunjuk ini bukan samudera tapi air, orang bodoh pun tahu kalau ini air bukan samudera yang kami cari adalah samudera”. Kemudian Pak Tua menjelaskan, “Kalau kalian mencari samudera maka kalian sampai kapan pun tidak dapat, kecuali kalian mengetahui hakikat dari samudera itu”.
 “Apa hakikat dari Samudera itu Pak Tua?”
Ikan Tua menjawab, “Hakikat dari samudera itu adalah air, isi nya adalah air, kumpulan air yang luas itu lah dinamakan samudera, bangsa kita hidup di dalam air yang merupakan bagian dari samudera”.
Ikan muda tercengang mendengar penjelasan dari Ikan Tua, sebuah penjelasan yang belum pernah di dapat semasa mereka di sekolah. Dengan penasaran salah seorang ikan muda bertanya, “Dari mana Pak Tua mengetahui Ilmu Tentang Hakikat Samudera?”
Ikan Tua menjawab, “Dari Guru saya, Beliau adalah Wali Samudera!”.
Kemudian ikan-ikan muda saling berpandangan satu sama lain, dalam hati mereka berkata, “Inilah yang kami cari selama ini, seorang Guru yang bisa membuka rahasia keabadian, rahasia samudera”. Mareka kemudian berkata, “Izinkan kami berguru pak Tua, bawalah kami kepada Wali Samudera agar kami bisa mengetahui lebih banyak lagi tentang Samudera”.
Syukur ikan-ikan muda tersebut mau menerima perbedaan, mau menerima hal yang diluar pengetahuan mereka sehingga mau merenungi ucapan Ikan Tua Yang Bijaksana. Biasanya ikan muda yang sibuk mencari samudera akan langsung mengatakan sesat kepada Ikan Tua Bijaksana atas ucapan yang tidak sesuai dengan apa yang di yakini selama ini.
Sama halnya dengan ikan, manusia pun dalam proses mencari Tuhan harus mengetahui terlebih dulu hakikat Tuhan, tentu saja harus ada yang memberitahukan dan membimbing yaitu Guru yang sudah mempunyai pengetahuan luas tentang itu. Kalau tidak maka pencarian akan sia-sia, sepanjang hidup tidak akan pernah berjumpa, walaupun sebenarnya dia sudah berada di SANA

Selasa, 16 Juli 2019

Kalam dan Nur

KALAM DAN NUR
=================
Maha Suci Alloh Yang Telah Menjadikan Khazanah-KhazanahNya antara Kaf dan Nun
( Al Hadist )

KAF itu menjadi Kalam
NUN itu menjadi NUR
Kalam itu sudah ada di dalam Al Qur'an
Dan engkau tinggal mencari Nur-Nya
Ini perjalanan yang susah untuk orang yang disesatkan-Nya

Sebab Kalam tanpa Nur hasilnya adalah Hafidz Qur'an tapi berkelakuan tidak Qur'ani

Antara KALAM dan NUR itulah yang menjadi Mawujud "KUN"
Ibaratnya
Nur itu sebagai robot
Kaf itu remot kontrolnya
Nur itu umpama tubuh
Kaf itu umpama ruhnya

NUR itu digerakan dan dibentuk Kalam yang ada di dalamnya
Tanpa adanya kalam Maka Nur itu menjadi Cahaya yang diam mati tidak bisa berkreasi

Tanpa Nur Alloh , Kalam itu hanya paling mentok bahan debat , bahan bunuh orang , bahan mengkafirkan orang , bahan cari pengikut , bahan kesenangan dan kemakmuran pribadi keduniaan.
KALAM MALAH BISA MENYESATKAN TANPA NUR ALLOH

Nur Alloh hanya bisa di dapat dengan petunjuk-Nya
Untuk berada dalam Maqom THORIQOH dan berguru kepada WALI MURSYID

Karena hanya WALI MURSYID lah yang memberikan Nur Alloh itu , Sebagaimana Rosululloh SAW memberikan nya kepada Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Para Sahabat lainnya.