Senin, 29 April 2019

Melepaskan kemelekatan

MELEPASKAN KEMELEKATAN

Saat Jiwa ini di bebaskan dari keterikatan dunia atau jasad saat itu pula kita merasakan sebuah kebebasan

Bagai seperti Kepompong yang  Menumbuhkan Sayap merubah diri dari kepompong menjadi kupu kupu saat itu

Kita bukan makhluk fisik, melainkan makhluk spiritual; yang artinya semata-mata adalah energi atau daya hidup dengan potensi tak terbatas. Pikiran cerdas adalah bagian intrinsik dari energi itu dan yang membuat daya hidup itu menciptakan polanya sehingga membentuk realita dirinya.

Sang guru sejati adalah pengalaman hidup sendiri sedangkan orang lain hanya berperan sebagai inspirator. Dengan bekal pengalaman, keterampilan dan imajinasi setiap jiwa yang bangkit kesadarannya menggunakan daya hidupnya untuk menciptakan kisah-kisah hidup dan memanisfestasikan kebahagiaannya dalam rupa pengalaman hidup. Jiwa yang bergetar oleh rasa bahagianya menciptakan kehidupan damai dan indah sebagai co-creator aliran kisah dan wujud realita kehidupan surga. 

Bebaskan diri dari keterikatan kemelekatan maka engkau akan bebas terbang kemana saja

Bagai kepompong yg terlahir kembali dengan sayap sayap baru sebagai kupu2

Menghirup madu madu bunga di taman yang indah dan menyenangkan

#salam
#Lepaskan kemelekatan
#mengkajidiri

Minggu, 14 April 2019

Lagu lir ilir peninggalan Sunan Kalijaga

Lagu lir ilir peninggalan Sunan Kalijaga


Lir-ilir, Lir Ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar


Cah Angon, Cah Angon
Penekno Blimbing Kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo Mbasuh Dodotiro


Dodotiro Dodotiro
Kumitir Bedah ing pinggir
Dondomono, Jlumatono
Kanggo Sebo Mengko sore


Mumpung Padhang Rembulane
Mumpung Jembar Kalangane
Yo surako surak Iyo!!!


Penjelasan :
1. Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)

Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)

Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)

Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)

Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

2. Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)

Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)

Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)

Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

Makna: Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya?

Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya.

Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.

3. Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)

Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)

Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)

Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)

Makna: Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.

4. Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)

Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)

Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)

Makna: Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas (no 1-3) ketika kita masih sehat (dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan Iya!!!

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah.

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya

Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.

tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.

Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.

dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.

Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :24)

Semoga bermanfaat

Jumat, 12 April 2019

Mencari Kebenaran

MENCARI KEBENARAN

Setiap orang mencari kebenaran. Kebenaran dari yang di yakini itu benar.Karena setiap orang memandang versi kebenaran yg berbeda beda sesuai dr referensi mereka dan Kebenaran terhenti pada wadah wadah sesuai kapasitasnya, sehingga kebenaran definisinya beragam sebanyak jiwa dlm anugeraNya, dan semua benar pada kedudukanya.

Janganlah merendahkan setiap kedudukan kedudukan yang di capainya karena itu adalah tangga untuk naik memahami kebenaran berikutnya dan janganlah merasa paling benar atas capaian kedudukan kebenaran yg diyakini.
Kebenaran sempurna adalah kesatuan dari keragaman kebenaran-kenenaran yang terhampar dan tatkala engkau bisa menyadari SEMUA ITU BENAR ADANYA.

Pandangan sudut pandang dari sebuah kebenaran adalah Nilai-nilai yang disepakati dan disematkan dan di yakini setiap kebenaran orang hanyalah bungkus pembedanya, agar tercipta harmoni dan ruang untuk mensyukuri dan menikmati.

Buat para pencari
Janganlah terjebak pada nilai yg diyakini
Teruslah mencari referensi yg lebih

Perbuatan Adalah Cermin Jiwa

PERBUATAN ADALAH CERMIN JIWA

Semua perbuatan adalah cermin jiwa seseorang maka bercerminlah

Kita sering kali tidak mau bercermin padahal allah sudah memberikan kita cermin jiwa yaitu hati.

Cermin jiwa adalah untuk mengontrol segala perbuatan kita jika kita punya cermin yg kotor
Maka segala perbuatan kita kotor. maka kita tidak bisa menggunakan untuk bercermin sehingga segala perbuatan kita tidak bisa di kontrol

Maka kita perlu membersihkan cermin jiwa itu  dg dzikir mengingat allah pagi petang membaca al quran diri .sholat dan puasa

Jika cermin jiwa atau hati  bersih dan bening maka bisa buat mengkaca kesalahan2 apa yg telah di perbuat olehnya.

Jika cermin jiwa bersih insaallah perbuatannya juga sesuai dg syariat islam

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, beliau berkata, “Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, "Siapakah orang yang paling utama?"

Beliau menjawab, “Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya”’

Para sahabat berkata, “Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?”

Rasulullah Saw. menjawab,”‘Dia adalah orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya serta tidak ada pula dendam dan hasad.'” (Hr. Ibnu Maja)

Semoga kita selalu bisa membersihkan hati dari segala macam kotoran jiwa dengan bercermin dari segala perbuatan kita srhingga kita tahu yg sebenarnya amin

REALITA KEHIDUPAN

REALITA KEHIDUPAN

Sesuatu yang terjadi atas kehendaknya akan tetapi banyak pembelajaran di sana untuk kita terus belajar menjadi bijak

Kejadian demi kejadian adalah realita yang komplek di dalam sekolah kehidupan Tujuannya.untuk mendewasakan Ruh kita agar bisa.bersikap bijak

Semua yang terjadi dalam jangkauan kita karena allah menghendaki diri pribadi agar lebih baik

Kemauan dan kemampuan memolaritas jiwa menjadi kunci sukses untuk membuka akses ke maha luas dan keluwasannya

Dengan belajar memusatkan daya cipta dan rasa untuk menyelami hakekat jiwa kita yang bernama jiwa kesadaran yang akan membawamu perpetualang hingga hilang semua diri yang ada penyaksian dan pengakuan terhadap diri sendiri (Manunggaling ) Penyatuan diri

Salam Santun
Para Sahabat Teman dan Semuanya

Sabtu, 06 April 2019

Falsafah 5 Jari

Falsafah Lima Jari
1. Ada si gendut ibu jari yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari
telunjuk.
4. Ada jari manis yang selalu menjadi tauladan, baik dan sabar sehingga
diberi hadiah cincin.
5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda
waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh
jari kelingking? ).

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing
jari,mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong
anggota tubuh yang lain, melakukan pekerjaan, dll ).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri semuanya dari ibu
jari saja?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan
segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling
sayang menyayangi, saling tolong menolong, saling bantu membantu, bukan
untuk saling tuduh menuduh, tunjuk menunjuk, merusak , dan bahkan
membunuh.

Sudahkah kasih sayang anda bertambah hari ini ?

Rabu, 03 April 2019

Alif Lam Mim Dari Sunan Kalijaga

Alif Lam Mim Dari Sunan Kalijaga

ALIF
LAM
MIM


Semuanya ada di dalam diri ini sebagai pembelajaran untuk kita fahami agar bisa mengkaji diri