Rabu, 27 Maret 2019

Membumikan apa apa yang terkesan gaib

MEMBUMIKAN APA-APA YANG TERKESAN GAIB
=======================
Dari banyak nash Qur'an sudah sering kita baca dan dengar dari para ulama bahwa :

Allah lebih dekat daripada urat leher (Qof ayat 16)...
bahwa Allah bersama kita dimanapun kita berada (Hadid ayat 4)...
Dan Sang Maha Ruh ada didalam diri kita (Shad ayat 72) ...

tapi sayangnya kita kurang berani saat disuruh membuktikan kebenaran ayat-ayat itu dan kurang berani untuk membuat kesimpulan sejenisnya berdasarkan nash Qur'an yang kita baca....alias masih malu-malu kucing...hehe

****
Mari saya bantu bukakan logika berpikir anda sehingga bisa memahami "turunan" dari pemahaman ayat² yang saya sebutkan diatas, alias membumikan apa-apa yang terkesan gaib itu...

Jika Allah YANG Maha Besar saja bisa "ada"/"bersemayam" dalam diri kita, berarti apa-apa yang lebih kecil daripada Allah juga akan bisa muat ada dan bersemayam dalam diri kita ini....

****
√ JANNAH (kebun yang luas) diluar sana juga ada dalam diri kita.. yakni berbentuk sifat kedamaian, kesejukan, keindahan...
√ NAR (API) diluar sana juga ada dalam diri kita.. yakni berbentuk sifat keburukan, ketidakbahagiaan, kegelisahan, ketersiksaan batin...
√ MALAIKAT (PEMBAWA KEBAIKAN) diluar sana juga ada dalam diri kita... yakni berbentuk ketaatan, kepatuhan, kecenderungan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan...
√ RASUL (UTUSAN KEBAIKAN) diluar sana juga ada dalam diri kita, yakni berbentuk keinginan untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran...
√ NABI (PENERIMA BERITA KEBAIKAN) diluar sana juga ada dalam diri kita, yakni berbentuk kemampuan untuk menerima ilham, petunjuk, wangsit...
√ IBLIS (PEMBANGKANG KEBAIKAN) diluar sana juga ada dalam diri kita, yakni berbentuk sifat membantah, melawan dan memusuhi kebenaran...
√ SYAITHON  (MEMISAHKAN DIRI DARI KEBENARAN) diluar sana juga ada dalam diri kita, yakni berbentuk sifat menjauhi dan enggan mendengarkan nasehat² kebaikan...

****

Itulah yang saya maksud,  apa-apa yang lebih kecil dari Allah juga ada bersemayam dalam diri kita....

Kenapa anda tidak mendapatkan pemahaman dan kesimpulan seperti itu..?

Karena anda sudah terbiasa dan hobi melihat ke luar diri, jarang dan bahkan tidak pernah melihat ke dalam diri...bahkan definisi melihat ke dalam diri saja anda (mungkin) masih bias pemahamannya...

Sehingga wajarlah jika Qur'an mengatakan, "jika engkau buta didunia maka engkau akan buta pula di akhirat dan malah lebih tersesat.." (Isra ayat 72)

****

√ kebaikan yang terkesan Gaib, harus diwujudkan, dibumikan, sehingga bermanfaat bagi sesama...
√ keburukan yang terkesan Gaib, harus diminimalisir sehingga tidak menggangu diri kita dan juga sesama...

Karena sejatinya, kebaikan dan keburukan, keduanya adalah sama-sama bentuk "permainan" Sang Sutradara Agung....

#Semoga_Mencerahkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar