Sabtu, 19 Januari 2019

40 wasiat syarif hidayatulloh sunan gunung jati

40 WASIAT SYARIF HIDAYATULLAH SUNAN GUNUNG JATI KEPADA ANAK CUCU TURUNANNYA


Ipat-ipat (Wasiat) Kanjeng Sinuhun Maulana Syarif Hidayatullah kepada anak cucu (turunannya).
Ipat-ipat yang nyata kepada anak cucu Sinuhun Cirebon, ketika sekalian para wali berkumpul {dan menjadi saksi} di Ardi Amparan (Paseban Gunung Jati); {para wali tersebut} ialah :
  1. Machdum Bonang (Sunan Bonang)
  2. Machdum Girikraton (Sunan Giri Kedaton)
  3. Machdum Kalijaga (Sunan Kalijaga – Raden Syahid)
  4. Machdum Darajat (Sunan Kadarajat / Sunan Derajat)
  5. Pangeran Machdum (Pangeran Machdum Judah)
  6. Syeikh Maulana Maghribi
  7. Sultan Demak
  8. Pangeran Panjunan dan sekalian anak cucu sinuhun Cirebon, berwasiat yang tentu kepada anak cucu dengan ipat-ipat yang yakin.
“Kakanda Pangeran Panjunan, saksikanlah oleh sekalian, saya berwasiat kepada keturunanku di belakang seperti {di bawah} ini” :
  1. Hormatilah para leluhur
  2. Berbaktilah kepada orang tua
  3. Murah Hati (Penyayang)
  4. Perasaan Bersyukur
  5. Mengerjakan ibadah
  6. Merendahkan diri
  7. Memakai sifat yang terpuji
  8. Menjauhi sifat yang dibenci
  9. Pengertian (ilmu) yang baik
  10. Hilangkan sifat (lagak) pemarah
  11. Jauhilah bertengkar
  12. Jangan suka menyangka jelek akan yang tidak nyata buruknya
  13. Jangan membiasakan congkak takabur (besar kepala)
  14. Jangan suka menyalahi janji
  15. Kalau tidak baik supaya diperingatkan
  16. Takut kepada Allah (menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya)
  17. Bertepa diri (bersiasat diri – perikemanusiaan)
  18. Berlaku adil
  19. Jangan mengerjakan semena-mena, tidak memberi faedah
  20. Peliharalah peninggalan-peninggalan (pusaka)
  21. Mendatangi mu’min
  22. Menghormati tamu
  23. Bermanis muka perangai yang elok
  24. Jangan mengumbar syahwat
  25. Jangan makan jika tak merasa lapar
  26. Jangan memukul muka orang
  27. Jangan minum apabila tidak makan
  28. Jangan tidur sebelum mengantuk
  29. Apabila sembahyang ibarat di ujung panah
  30. Kalau berpuasa seperti talinya panah
  31. Menuntut rizki yang halal
  32. Jangan suka banyak berkehendak
  33. Dapat menahan nafsu
  34. Jika marah bermuram durja, berilah kesenangan, (muka/perkataan manis) agar segera insyaf. (Kalau susah campurlah dengan yang senang, supaya lekas hilang)
  35. Jangan menyakiti hati orang
  36. Banyak kesakitan manusia karena dari keluarga anak cucu (kelakuan sendiri)
  37. Jikalau anak cucu yang mengejarkan menyakiti hati manusia akan aku mintakan supaya dipendekkan umurnya, jangan dilamakan di dunia.                                                                      Inilah ipat-ipatku supaya diingat oleh anak cucu, dibelakang hari.
  38. “Barang siapa telah mengetahui tutur kata ini sudah lupa lagi, tetapi kujaga juga, aku lindungi, tertanggung oleh saya.” Sekalian wali-wali mengatakan “Aamiin Ya Allah, moga-moga terkabul doanya sinuhun Cirebon.
  39. Hai Ki Mas Hasanuddin* Jagalah, ingatkanlah dalam hatimu segala wasiat orang tuamu dan sampaikan tiap-tiap keturunan sinuhun yang belum (tidak) mengetahuinya. {*disampaikan eyang Syarif kepada Eyang Maulana Hasanudin, putra beliau, dan tidak menyebut nama putra yang lain, mungkin dikarenakan para putra eyang Syarif yang lain pada sudah meninggal lebih dulu (P. Pasarean Cirebon, P. Jayakelana, P.Bratakelana) daripada eyang syarif yang berumur panjang, kecuali eyang Maulana Hasanudin, putra yang masih hidup kala eyang syarif meninggal dunia}
  40. Barang siapa anak cucu yang menurut wasiat ayahmu, menjalankan, pasti jadi mulia turun temurun, ingatkanlah baik-baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar