Sabtu, 15 Desember 2018

Sifat Tawadhu

Sifat Tawadhu


SIFAT TAWADHU..

Di tengah perjalanan karena merasa lelah seorang hamba allah isti rahat di sebuah gubuk di pinggir jalan di belakang gubuk terlihat pemandangan sawah yang sangat indah.
Sangkin menikmati keindahan alam yang sangat luar biasa indahnya itu

Ia duduk di rumput tanpa sengaja ia mencabut rumput itu hingga ia mati

*Tiba tiba dalam lamunannya rumput yang lain berbica kenapa kamu menjadi seorang pembunuh *.

Spontan ia kaget bukan main kenapa dalam hati ada rumput yang bisa berbicara

*Atas kuasa Allah, seorang hamba mendengar rumput  tersebut berbicara, kepadanya* :

"Wahai hamba allah, Sekiranya kamu membunuh ku untuk sesuatu yang bermanfaat  atau kamu ambil diriku sebagai pakan ternak aku iklas dan ridho akan tetapi jika kamu membunuh untuk sesuatu yang tidak bermanfaat aku tidak ridho. Maka jadilah sia sia aku

*Terus seorang ini bertanya kepadanya bagaimana saya harus menebus sebuah kesalahan itu

Jika kamu membunuh satu mahluk maka engkau harus menghidupkan mahluk yang lain

Jika engkau membunuh satu tumbuhan maka tumbuhkan tumbuhan yang lain

Jika engkau membunuh hewan maka engkau peliharalah hewan yg lain

Tujuannya agar seimbang sebuah kehidupan

Hal itu sesuai dengan


Abu Yazid terkejut mendengar perkataan anjing tersebut.
*Dia menunduk malu, dan segera meminta maaf kepada si anjing*.

Diajaknya anjing tersebut bersahabat dan mengikuti perjalanannya, *tetapi anjing itu menolak*.

Kemudian anjing itu berkata:
*"Engkau tidak mungkin bersahabat dan berjalan denganku, karena orang2 yang memuliakanmu akan mencemooh kamu dan melempariku dengan batu*.

Aku juga tidak tahu mengapa mereka menganggap aku hina, *padahal aku telah berserah diri kepada Penciptaku atas wujud ini*.

Lihatlah...
Tidak ada yang aku bawa, bahkan sepotong tulang sebagai bekalku saja tidak.
Sementara engkau masih membawa bekal sekantong gandum".

*Kemudian anjing tersebut berlalu..*

Dari jauh Abu Yazid memandangi anjing tersebut, berjalan meninggalkannya.

Tidak terasa air  mata Abu Yazid menetes, dan ia berkata dalam hati:

*"Ya Rabb, untuk berjalan dng seekor anjing ciptaan-Mu saja aku merasa tidak pantas*
Bagaimana aku bisa pantas berjalan dengan-Mu?

*Ampunilah aku, sucikanlah najis di dalam kalbuku ini..."*.

*Masyā Allāh...*             
▪Jangan pernah *MERASA LEBIH MULIA* daripada seluruh ciptaan Allah.

▪ Jangan pula merasa lebih baik, lebih terhomat daripada orang lain, *karena Allah melihat kalbumu bukan penampilan fisik dan lahirmu*.

▪ Kebaikan hati tidak perlu diungkapkan, *Allah Maha Mengetahui ketulusan dan keikhlasan kita*.

▪ Tawadu di dalam iman dan akhlak. Bening hati dengan *dzikrullah & qiyamul lail*.

*Semoga Allah SWT menjadikan kalbu kita bening dan bersih dari segala kotoran*, penyakit lahir dan batin sehingga tidak mau setitik pun menilai, mencela dan membuli orang lain, siapa pun dia...

امين يارب العالمين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar