Selasa, 18 Desember 2018

Jiwa yang Gelap dan Jiwa yang Bercahaya

Jiwa yg Gelap dan Jiwa yang Bercahaya

JIWA YANG GELAP DAN JIWA YANG BERCAHAYA

JIWA YANG GELAP.

Orang-orang yang hidupnya  menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, maka jiwanya menjadi gelap, sehingga  tujuan hidupnya adalah hanya untuk memuaskan hawa nafsu. Inilah jenis manusia yang sessat dan tersessat. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al Jaatsiyah: 23).

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”[ Al-A'rof [7]:179].

Derajat mereka menjadi binatang dan kelak dalam kehidupan berikutnya yaitu waktu hari kebangkitan menjadi hewan-hewan yang hina serta jika menjadi manusia, mendapatkan kondisinya yang sangat menyedihkan.

Sahabat Nabi Mu’ad bin Jabal pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang pandangan beliau ketika ditanya firman Allah SWT surat An Naba [98] ayat 18,
يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا
"Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok."

Rasulullah SAW menjawab :
يا معاذ لقد سالت عن عظيم ؟

“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar?” 
Kedua mata Beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Selanjutnya beliau bersabda :

“Ada 10 golongan dari ummat ku yang akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka [ sesuai dengan amaliyahnya di dunia] . Diantara mereka :

1. Ada yang berwujud kera, mereka yang berwujud kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba diantara mereka.

2. Berwujud Babi, adalah mereka yang ketika di dunianya gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram  seperti cukai dan uang suap.

3. Berjalan berjungkir balik dengan muka yang diseret-seret, mereka ketika di dunia gemar makan riba.

4. Buta kedua matanya, adalah yang suka berbuat dzalim dalam memutuskan hukum [tidak menerapkan hukum Islam -red].

5. Tuli, bisu dan tidak tahu apa-apa, adalah orang yang ketika di dunianya suka ujub [ menyombongkan diri] dari amalnya.

6. Memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jamaah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya. Mereka itu adalah golongan ‘ulama dan pemberi fatwa  yang ucapannya bertolak belakang dengan amaliyahnya.

7. Tangan dan kaki dalam keadaan terpotong, orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.

8. Disalib di atas batang besi, adalah golongan orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan bathil dan palsu.

9. Aroma tubuhnya lebih busuk dari bau bangkai, adalah golongan orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah pada harta mereka.

10. Berselimut kain yang dicelup aspal mendidih.Adalah orang yang suka takabbur , berlaku sombong dan membanggakan diri .”[ HR. Al Qurtubi] [1]

Mereka semuanya itu adalah kelompok manusia yang hidupnya selalu mengikuti dan menuruti hawa nafsu, itulah kelompok yang jiwanya sangat gelap.

JIWA YANG BERCAHAYA.

Orang-orang yang mengikuti Hati nuraninya atau sejatidirinya lalu jiwanya berevolusi mencapai jiwa muthmainnah yaitu menjadi jiwa yang tenang damai, karena hasil ketaatan kepada Allah dan selalu menjauhi bisikan hawa nafsu. Merekalah kelompok yang bisa pulang kembali ke asal-Nya yaitu Allah Swt.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ  ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً  فَادْخُلِي فِي عِبَادِي  وَادْخُلِي جَنَّتِي 
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30)

Jiwa Muthmainnah adalah yang telah bisa mnegalahkan hawa nafsu yang disimbolkan dalam jiwa ammaroh yaitu jiwa yang cenderung  dan sukanya berbuat dosa dan jiwa  aluwwamah yaitu jiwa yang masih belum setabil kadang taat kadang maksiat.

Selanjutnya Jiwa Muthmainnah terus berevolusi menuju jiwa radhiyah (yang diridhoi), lalu menuju jiwa Mardhiyyah (Yang telah diridhoi) dan menjadi Jiwa Kamilah yaitu Insan kamil. Inilah jiwa-jiwa yang bercahaya, jiwa yang bisa pulang kembali ke asal-Nya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَوَ لَمْ يَقُلْ أَبُوْ الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ. وَالَّتِي تَلِيْهَا عَلَى أَضْوَإِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ. لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ اثْنَتَانِ. يُرَى مُخُّ سَوْقِهِمَا مِنَ وَرَاءِ اللَّحْمِ. وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Abul Qasim Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga itu bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang terang-benderang di langit. [Hr. Muslim] [2]

Dan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata: aku mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda,
"Akan masuk surga sekelompok dari ummatku sejumlah 70.000 orang. Wajah-wajah mereka bercahaya seperti cahaya bulan." [HR. Bukhari]

“ Wahai Sang Maha Cahaya sinarilah jiwaku agar semakin bercahaya.”

Daftar Pustaka

[1] Disarikan dari kitab Nashoihul ‘ibad , Imam An Nawawi Al Bantani, hal 266, mengutip Hadits Riwayat Imam Al Qurtubi.

[2]  Shohih Muslim.
http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=158&hid=5067&pid=108459

Tidak ada komentar:

Posting Komentar